product

Sablon Digital Printing Workflow Semudah Percetakan Dokumen

Sablon Digital Printing Workflow Semudah Percetakan Dokumen

Bermimpi membangun distribusi atau bisnis percetakan tetapi tidak memahami teknik-teknik sablon? Tenang, sekarang ada mesin cetak layar seperti untuk membuat id card. Dengan mesin ini, proses sablon kerja berwarna hanya sekali dicetak tidak seperti sablon manual yang dicetak berulang kali. Melalui teknik cetak terbaru, pekerjaan Anda hanya menempatkan kemeja dan kemudian printer akan melakukan semua. Teknik ini disebut digital printing.

digital printing persablonan memulai revolusi sejak tahun 2004 dan terus mengalami kemajuan yang luar biasa. Sekarang Anda dapat menyablon dengan cepat dan rapi semudah mencetak dokumen pada printer di kantor. Kesulitan mendasar dalam sablon manual sekarang hanya tinggal kenangan. Tidak rakel tidak lagi, layar, emulsi foto, atau bingkai. digital printing dapat mencetak pada berbagai media baik kain, karet, plastik, kayu, kertas, atau aluminium. biaya dan lainnya produk tali lanyard, seperti kartu nama, HP casing, dan yang lainnya sebagian besar dicetak dengan sistem digital printing ini.

Workflow Digital Prints

digital printing umumnya meniru cara kerja mesin printer pada umumnya. Hal yang membedakan mereka terletak pada media yang digunakan. printer kantor biasanya mencetak dokumen di atas kertas, sementara pintar cetak DTG digital (langsung ke garmen) printing pada kain. Semua produk dapat dicetak dengan printer jenis ini adalah biaya rendah. tali id card murah atau produk murah lainnya umumnya dicetak dengan sempurna menggunakan teknik ini.

1. Mempersiapkan Desain Sablon

Hal pertama yang harus disiapkan untuk kegiatan ini adalah untuk memberikan desain. Siapkan desain dalam bentuk gambar (jpg atau jpeg) dengan resolusi tinggi (300 pixel) dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran baju yang akan dicetak. Program yang digunakan adalah Photoshop dan CorelDraw.

2. Kompresor

T-shirt akan dicetak disemprot menggunakan kompresor untuk menutup pori-pori kain serat. Fans ukuran medium dengan rotasi maksimum juga dapat digunakan untuk tujuan ini.

3. Printer

Tahap selanjutnya adalah kondisi T-shirt yang akan dicetak pada papan printer. Permukaan kain yang akan dicetak harus benar-benar datar, bergelombang, cembung, atau cekung. Hal ini bertujuan untuk kelancaran keluar efek tinta printer yang disemprotkan ke permukaan kemeja.

4. Hotgun

Hotgun digunakan untuk mengeringkan tinta sekali tinta menempel pada permukaan kain. Gunakan metode ini setelah kemeja selesai dicetak. Jangan menyentuh tinta sablon baru untuk mencetak, Anda dapat merusak desain mengingat tinta yang melekat masih basah.

5. Tekan

Shirts sudah dicetak dan telah dikeringkan dengan hotgun, diikuti dengan melapisi permukaan dengan kemeja kertas teflon. Lapisan ini penting untuk dilakukan sebelum proses menekan dimulai, karena efek dari panas yang dihasilkan akan merusak tinta di baju atau hanya membakar baju itu sendiri. Setelah teflon dilapisi kertas merata kemeja, T-shirt sudah dicetak itu, dan kemudian ditekan dengan teknik press panas sehingga tinta benar-benar melekat dan tidak mudah luntur.